DETAIL ACARA

Diskusi Tematik 9

RINGKASAN ACARA

              Pemenuhan hak kesehatan bagi penyandang disabilitas di Indonesia masih menghadapi banyak hambatan struktural dan kultural. Penelitian PKMK tahun 2024 menegaskan bahwa fasilitas kesehatan belum sepenuhnya inklusif—baik dari segi infrastruktur, ketersediaan layanan terapi, maupun kesiapan tenaga medis dalam memberikan pelayanan yang ramah dan sensitif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas. Kendala biaya, minimnya layanan terapi di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), serta terbatasnya akses di komunitas menjadi tantangan nyata yang menghambat pemenuhan hak kesehatan kelompok rentan ini. Masalah ini semakin kompleks ketika disabilitas tidak ditangani sejak dini, yang berisiko memperbesar ketimpangan akses terhadap pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi sosial di kemudian hari.

             Diskusi ini tidak hanya menyoroti problem akses layanan kesehatan, tetapi juga mendorong terciptanya sistem yang mampu menjamin layanan berkesinambungan dari usia dini hingga dewasa. Layanan kesehatan berbasis komunitas dianggap sebagai pendekatan strategis untuk menjembatani kesenjangan akses dan mendekatkan layanan ke kelompok yang selama ini terpinggirkan dari sistem formal.

              Pemenuhan hak kesehatan harus dimulai sejak dini melalui tahapan deteksi awal, intervensi dini, dan terapi berkelanjutan. Ini bukan hanya penting dari perspektif medis, tetapi juga sebagai bentuk pemenuhan hak asasi yang menjamin partisipasi setara dalam kehidupan sosial. Anak yang mendapatkan dukungan sejak dini akan memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh kembang secara optimal dan hidup mandiri di masa depan. Oleh karena itu, sistem layanan kesehatan harus diarahkan pada pendekatan yang tidak hanya kuratif, tetapi juga promotif dan preventif berbasis komunitas yang inklusif. Temu Inklusi 2025 menjadi tonggak penting untuk memperkuat komitmen kolektif dalam menjamin layanan kesehatan yang setara, terjangkau, dan manusiawi bagi seluruh penyandang disabilitas di Indonesia.

 

Peserta juga dapat berpartisipasi untuk memberikan usulan rekomendasi melalui link berikut:
https://forms.gle/4NHADpVjF5ecfGPKA

PEMBICARA

  • Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah – Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah
  • Tri Muhartini, MPA – Peneliti PKMK FK-KMK UGM
  • dr. Ade Febrina Lestari, M.Sc., Sp.A(K) – Dir. Yanmed & Ketua Pengabmas  Anak CP RSA UGM
  • Ike Yulia Imama – PERKI (Perkumpulan Kinesioterapis Indonesia)

PENANGGAP

  • dr. Imran Pambudi, M.P.H.M. (Direktorat Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, Kementerian Kesehatan RI)
  • Reny Indrawati, WKCP (Wahana Keluarga Cerebral Palsy)
  • Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat, BAPPENAS RI (dalam konfirmasi)
  • Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan, BPJS Kesehatan (dalam konfirmasi)
  • Ombudsman RI (dalam konfirmasi)

 

MODERATOR

Hajar Nur Setyowati, S.S., S.Thi., M.A. (‘Aisyiyah)

RAPPORTEUR

Brita Putri Utami

PENYELENGGARA

  • ‘Aisyiyah Yogyakarta.
  • PKMK FK-KMK UGM
  • PERKI (Persatuan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia)
  • WKCP (Wahana Keluarga Cerebral Palsy 

AGENDA

Kamis, 7 Agustus 2025,

09.00 – 12.00

LOKASI

Luring :

-

Daring :

HASIL KEGIATAN

Link Berita / Update Terkini :

Foto Kegiatan :

Copyright © 2025 Temu Inklusi.
All right reserved.